Rahasia Wine
November 6, 2008 by Sofie Pangestu

Jaman dulu wine hanya bisa dinikmati oleh kalangan eksklusive, tapi sering berjalan-nya waktu minuman ini sudah membumi hingga mudah ditemukan di supermarket sekalipun. Harga per-botol wine pun berkisar as low as Rp.100.000,- botol dengan kualitas yg sudah cukup ok.
Kalo dulu negara2 yg banyak mengonsumsi wine berasal dari belahan barat, kini negara2 seperti Uni Emirat Arab dan China dikenal memiliki tingkat konsumsi wine yg cukup tinggi. Selain minum wine berkesan ’sophisticated’ ketimbang ngopi, wine juga disukai karena kadar alcohol-nya kurang dari 6%. Sehingga konsumsi dalam jumlah normal tidak menyebabkan mabuk. Beberapa orang juga percaya kalau wine tidak menggemukan dibanding minuman berjenis cocktail. Variasi wine sangat beragam, namun the old rules masih berlaku
white wine goes with white meat, red wine goes with red meat.
Fast Fact about Wine:
1. Sebelum minum wine jangan makan makanan yg berbumbu tajam (bawang putih, petis, petai) karena aftertaste-nya akan merusak citarasa wine.
2. Pegang tangkai gelas wine, agar suhu wine tidak terpengaruh oleh suhu tangan atau badan.
3. Etika-nya bila pesan per-botol wine, botol wine harus dibuka di depan kita.
4. Jangan ragu untuk bertanya kepada waiter jika kurang paham terhadap wine.
5. Wine termahal adalah wine dengan inisial presiden AS Thomas Jefferson pada botolnya terjual dengan harga 105.000 poundsterling (Rp.1,7 miliar) pada tahun 1985. Sayang setahun kemudian sumbat botol terjatuh kedalam wine, membuatnya jadi cuka termahal sepanjang sejarah.
6. Ketakutan luar biasa terhadap wine disebut oenophibia