• Home
  • About the author

Sofie’s Old Stuff

Feed on
Posts
comments

Ketika Krisis Melanda

October 28, 2008 by Sofie Pangestu

Ketika AS dilanda krisis tidak ada yang pernah menyangka. Negara dengan kekuatan ekonomi nomer satu bisa goyah dalam sesaat. Menilik kisah panjang mengenai runtuhnya pasar modal AS, krisis subrime mortgage yg mengguncang AS, hingga jatuhnya daya beli masyarakat AS untuk beberapa bulan kedepan - sebenarnya penyebabnya adalah simple, yaitu AS kekurangan cashflow. Kekurangan dollar AS secara riil, bukan hanya catatan angka nilai saham di wallstreet atau angka2 dollar US yg tercetak di komputer bank.
Kalau dulu dollar US mengalir dari AS ke seluruh dunia dan digunakan dalam segala jenis transaksi, kini semua dollar harus balik ke AS karena AS telah kekurangan cashflow.
Ini yg mengakibatkan disaat AS krisis justru dollar US makin menguat (Rp.12.500), permintaan dollar US makin meningkat karena AS ingin menarik dollar US nya demi menutupi lubang krisis-nya.

AS harus mendapatkan dollar US-nya kembali
Dengan menjual aset di AS dengan harga murah, sehingga orang2 kaya dari seluruh dunia tertarik untuk beli dengan dollar US. Perusahaan AS di luar negri juga banyak yg dijual tentu juga dengan dollar US. Perusahaan2 yg punya utang dalam bentuk dollar US juga ditagih sebelum jatuh tempo.

Saat ini, satu2nya negara yang mata uangnya makin menguat terhadap dollar US hanya Jepang. Jepang memiliki cadangan devisa USD.1 trilyun. Dana pensiun sebesar USD.1.5 trilyun, dan lebih gila lagi simpanan dan deposito orang kaya yg mencapai USD.23 trilyun. Tentu saja dengan jumlah devisa sebesar ini Jepang mestinya bisa membantu AS. Tp kenyataanya tidak, pdahal Jepang adalah kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia. Toh dalam keadaan krisis begini, keselamatan negara sendiri tetap diutamakan.

Saat ini China belum menyatakan akan membantu AS dengan cadangan devisa terbesarnya di Asia. Tentu saja! Sebagai negara dengan populasi paling banyak di dunia, tentu saja ingin menyelamatkan rakyatnya dulu. Rakyatnya banyak, tanggunganya juga besar. Pabrik yang harus tutup jumlahnya bukan hanya ribuan, belum lagi yang akan tutup. China pasti menggunakan cadangan devisa untuk kebutuhan negaranya sendiri.

Apalagi semua negara bukan tidak tahu kalau AS masihlah negara kaya. Dengan terjadinya krisis ini hanya menurunkan AS dari posisi negara yang kaya raya menjadi negara yang kaya sekali.
Kapitalisasi pasar modal AS masih lebih besar dibanding Jepang, Korea, Jerman, China, Prancis, Inggris, dan Australia digabung menjadi satu!

Kekuatan seluruh negara China yang selalu kita puji puji, itu baru sebesar ekonomi satu negara bagian California!

Jadi ketika AS dilanda krisis, wajar sampai saat ini belum ada negara yang membantu dengan mengeluarkan cadangan devisa negaranya sendiri demi pulihnya ekonomi AS. Karena ibarat pangkat masih pegawai lah koq malah mau ngutangin bos-nya?

Posted in Current Affair | Tagged china, krisis amerika, krisis subrime mortgage | No Comments



Comments are closed.

  • Recent Posts

    • My New Blogs!
    • New Resolution 2009
    • HAPPY NEW YEAR 2009!
    • Universitas para Miliader China
    • Musik Jazz
  • Categories

    • Current Affair
    • Food & Dining
    • My Passion
    • Opini
    • Travel & LIving
    • Uncategorized
    • Weblogs
    • Working with Passion

Theme: MistyLook by Sadish.