Bangkok Paradise!
October 14, 2008 by Sofie Pangestu
Akhirnya setelah 2 minggu berlalu secara singkat saya akan menceritakan kisah liburan saya di Bangkok, Thailand. Liburan bersama keluarga saya yang asyik, fun, dan juga capek:)
Day 1

Hari pertama sampai di Bangkok sudah menjelang sore karena kami berangkat dengan pesawat Air Asia via Johor Bahru yang berangkat sekitar pukul 2 siang. Dengan perut lapar kami langsung diajak menuju restaurant Royal Dragon Restaurant untuk menikmati makan malam. Resto ini ternyata masuk dalam Guinness Book sebagai resto paling luas di dunia, dengan 13.372 parking space, dan 541 pegawai. Walau menurut saya sih, masakan (Chinese Food) standard banget nget nget…tapi suasana sangat terasa berbeda waktu masuk komplek resto ini, serasa berada di Hangzhou, China, lengkap dengan pagoda, sungai, jembatan, dan gazebo ala China. Pengen sih foto2, tapi waktu mau foto2 pas pulang baru aja action’ eee mendadak hujan, ya udah abis berapa jepret udahan deh acara foto2nya:p
Day 2

Pagi2 kami menuju Istana Grand Pallace istana raja Thailand yang terkenal. Arsitektur Istana Grand Pallace ini terhitung unik, karena merupakan campuran antara bangunan khas Thailand dengan bangunan semi-eropa. Selidik punya selidik, ternyata raja2 di Thailand sejak tahun 1800-an sudah banyak yang melanglang buana ke Eropa dan Amerika, mereka diwajibkan untuk sekolah dan mencari pengalaman di negara maju sebelum bersiap naik tahta sebagai raja, bahkan salah satu raja Thailand adalah lulusan Harvard lho.
Watarun Temple of Dawn

Berikutnya kami menuju Watarun, sebuah candi yang mirip Prambanan. Disebut Temple of Dawn karena paling bagus diliat pada waktu subuh (Sunrise), karena saat itu cahaya matahari bisa merefleksikan warna2 pada Candi Watarun ini. Katanya bila kita melihat gambar candi disebuah kartu pos Thailand, pasti itu adalah Watarun. Yups, candi Watarun ini sangat terkenal di Thailand, ibarat Indonesia dengan Borobudur-nya, dan China dengan Great Wall-nya. Untuk melihat Watarun hanya bisa di-akses melalui sungai Chao Phraya, sungai yg digunakan oleh raja2 Thailand jaman dulu untuk bepergian menuju Eropa dan Amerika.
Dari Watarun kapal kami juga sempat melewati Wat Mahabut, apa yah itu? Wat Mahabut adalah sebuah temple yang merupakan asal mula legenda Nang Nak (Cerita Hantu Thailand yg sudah di film-kan). Hii… Cuman disini rombongan kami tidak sempat turun, karena tidak ada yang beragama Budha, lagian udara di Thailand juga panasnya amit2. Menurut cerita di Wat Mahabut kita bisa dapat jimat keselamatan yang ampuh, salah satu pemilik jimat itu adalah mantan perdana menteri Thailand Thaksin Shinawatra.
Setelah berpanas2 ria diatas kapal, dengan menggunakan bus kami langsung menuju ke Pattaya yang merupakan salah satu kabupaten di Thailand. Pada jaman dulu Pattaya dipakai oleh AS sebagai markas militer ketika AS berperang melawan Vietnam. Karena pernah disinggahi AS selama 10 tahun, kehidupan di Pattaya juga jadi lebih terbuka. Sampai saat ini yang paling terkenal di Pattaya adalah transgender-nya yg cuantik2 dan dinobatkan paling sexy di seluruh dunia. Benar saja waktu saya melihat show Alcazar, wuihh emang ngga bisa dibedakan dengan cewek, malahan lebih sexy mereka kali hehehe:)

Day 3
Perjalanan hari ke-3 ini diisi dengan kunjungan ke crocodile farm dan elephant farm disini kami disuguhi atraksi gajah2 yg lucu. Menurut tourguide saya, walaupun gajah Afrika terkenal besar versi Guiness Book, tapi gajah Thailand lebih pintar dan mudah dilatih. Untuk melatih gajah ini ada suku khusus di pedalaman Thailand yang memang terkenal bisa menjinakan gajah liar menjadi ‘gajah rumah’ (begitu sebutan mereka untuk gajah yang sudah jinak). Dalam atraksi juga ditunjukan kalau gajah Thailand ini ternyata bisa gambar hehehe…dan gambarnya juga bagus, ada gambar pohon lengkap, rumput, dan awan, ada juga gambar buah2an. Menurut saya aneh sih, gajah koq bisa nggambar…tapi nyata
Day 4 and so on…adalah hari BEBAS
Maklum sodara2, karena sebagian besar rombongan saya (total 20 orang) sudah beberapa kali ke Thailand, dan sebagian lagi seperti papa mama saya sudah pernah travelling hampir ke seluruh belahan dunia, jadi di acara liburan kali ini mereka sudah sepakat pengen di-uenak2-no (dibuat enak), tidur di hotel kelas atas, makan enak, dan tidak mau terlalu capek pergi ke tempat2 ngga’ penting yg akhirnya by the time sampe Indo juga lupa coz kebanyakan tempat yg diliat:)
So…sisa waktu kami diisi dengan Shopping Time di Siam Square. Saya baru pertama kali pergi ke Siam Square yang merupakan kawasan shopping centre di Bangkok mirip dengan Orchard Road Singapura. Malah menurut saya lebih komplit karena mall yang berjajar lebih banyak, serta dilengkapi butik2 kecil di setiap lorong jalan. Yang paling menarik buat saya adalah cafe2 di Thailand yg imut2 menjual aneka dessert dan snack yg menggiurkan. Kita sempat nyoba Monster Ice, ice cream dengan campuran buah segar…hmm..emang nggak salah…benar2 yummy:)

Di Siam Square kita juga bisa menemukan mulai barang lokal hingga branded stuff. Melihat Siam Square ini saya langsung lupa akan keberadaan MBK, mall yang dulunya terkenal di Bangkok. Akhirnyaa…setelah 2 hari shopping di Bangkok, berakhir juga liburan saya sekeluarga, dengan sejuta kenangan lucu (karena keluarga saya termasuk kompak hehehe), sejuta ceritaa asyikk, dan sejuta juga capeknya :p.
Fast Fact about our trip
1. Tourguide kami orang Thailand menjuluki travelling rombongan kami ini ala 3S, yaitu Shopping, Sleeping, Siau pien (Xiao Bian = pipis) karena kalo ngga shopping, bobo, ya waktu di tempat wisata sibuk cari toilet:)
2. Sempat bertemu dengan Dr.Boyke sekeluarga di Bangkok, ketika ada ibu2 dari Bandung & Jakarta yg pengen foto bareng, langsung deh banyak yg nyeletuk ‘Ntar dikirain lagi konsultasi seks lagi…’
3. Karena baru pertama kali naik penerbangan hemat ala Air Asia, Ortu saya bilang ‘Lain kali mending naik pesawat yg lain, mahal tapi enak’ Menurut mereka naik budget flight ala Air Asia, biarpun tiket murmer (murah meriah) tapi bikin deg2an dan ngga santai, coz pake rebutan kursi sgala (Saya sih nurut2 aja…^^).
4. Berlibur ke Thailand ternyata tidak lagi mahal hanya setengah harga berlibur ke Singapura.